Nalarsisa – Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Iran agar tetap tenang di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Imbauan tersebut disampaikan Nasaruddin saat melakukan kunjungan ke sejumlah pondok pesantren di Kabupaten Pasuruan, Jumat (6/3/2026). Ia menekankan agar para mahasiswa tidak terpancing kepanikan meski situasi geopolitik di kawasan tersebut tengah mengalami ketegangan.
“Kami mengimbau para mahasiswa Indonesia yang berada di Iran untuk tetap tenang dan tidak panik. Pemerintah terus memantau perkembangan situasi dan memastikan kondisi mereka tetap aman,” ujar Nasaruddin.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Iran.
Menurutnya, pemantauan terhadap kondisi WNI di kawasan tersebut dilakukan secara berkala untuk memastikan perkembangan situasi tetap terkendali serta tidak membahayakan keselamatan mereka.
Hingga saat ini, sebagian mahasiswa Indonesia dilaporkan masih memilih untuk tetap berada di Iran sambil menunggu perkembangan situasi lebih lanjut. Pemerintah, kata Nasaruddin, terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan pihak terkait.
“Yang terpenting, keselamatan warga negara Indonesia tetap menjadi prioritas,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengikuti dinamika perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah, termasuk langkah-langkah antisipasi yang diperlukan apabila kondisi keamanan berubah.
Selain itu, Nasaruddin mengingatkan masyarakat di dalam negeri agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi yang berpotensi menimbulkan kepanikan. Ia memastikan pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah untuk melindungi WNI yang berada di luar negeri.
Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia di tengah dinamika geopolitik global yang saat ini masih berkembang. Ketenteraman publik tetap dijaga, sementara perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama negara.
Begitulah cara pemerintah biasanya berbicara saat dunia sedang panas. Tenang, terukur, dan penuh kalimat diplomatis. Kadang terasa seperti membaca manual keselamatan pesawat. Tujuannya satu: jangan sampai orang panik duluan sebelum situasi benar-benar berubah.