PSM Makassar Tunjuk Zulkifli Syukur sebagai Direktur Teknik di Tengah Musim, Tomas Trucha Tetap Menjabat Pelatih Kepala

MAKASSAR – PSM Makassar melakukan penyesuaian dalam struktur teknis tim di tengah bergulirnya kompetisi Liga 1 Indonesia musim 2025/2026.

Klub berjuluk Pasukan Ramang itu resmi menunjuk Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik. Sementara posisi pelatih kepala tetap dipegang oleh Tomas Trucha.

Perubahan struktur tersebut mulai terlihat saat laga pekan ke-25 menghadapi Malut United di Stadion Gelora Kie Raha, Sabtu malam.

Nama pelatih yang sebelumnya disebut berpeluang mengambil alih posisi pelatih kepala, Tony Ho, tidak tercantum dalam daftar resmi staf pelatih pada pertandingan tersebut.

Sebaliknya, nama Zulkifli Syukur muncul dalam struktur tim sebagai direktur teknik. Mantan bek kanan tim nasional Indonesia itu sebelumnya juga dikenal sebagai kapten PSM Makassar.

Penunjukan tersebut menjadi bagian dari langkah klub untuk menata kembali sektor teknis tim di tengah musim yang berjalan cukup berat.

PSM sedang menghadapi periode sulit setelah mengalami sejumlah hasil kurang maksimal dalam beberapa pertandingan terakhir.

Asisten pelatih Ahmad Amiruddin mengatakan tim pelatih saat ini berupaya mengembalikan fokus pemain, terutama dalam hal mentalitas bertanding.

Menjelang pertandingan melawan Malut United, Amiruddin meminta para pemain tampil lebih percaya diri dan tidak terbebani tekanan hasil pertandingan sebelumnya.

“Yang saya pesankan kepada pemain, percaya diri. Berlatihlah seperti bertanding dan bertandinglah seperti berlatih,” ujarnya dalam konferensi pers jelang pertandingan.

Menurutnya, salah satu masalah yang masih dipelajari tim pelatih adalah perbedaan performa pemain saat latihan dan ketika menjalani pertandingan resmi.

Dalam sesi latihan, para pemain dinilai mampu menunjukkan intensitas permainan yang tinggi serta menjalankan instruksi taktik dengan baik. Namun performa tersebut tidak selalu terlihat ketika tim turun di pertandingan kompetitif.

“Problem utama yang sedang kami pelajari sampai hari ini adalah kenapa performa kami ketika latihan dan pertandingan bisa jauh berbeda,” kata Amiruddin.

Tim pelatih, lanjutnya, rutin melakukan evaluasi setiap selesai latihan dengan menganalisis berbagai aspek permainan, mulai dari pola serangan hingga efektivitas strategi yang diterapkan.

Meski demikian, hasil di lapangan sering kali belum sesuai dengan harapan yang muncul dari evaluasi latihan tersebut.

Selain aspek teknis dan taktik, Amiruddin juga menekankan pentingnya rasa kebanggaan pemain terhadap klub yang mereka bela.

Ia mengingatkan para pemain untuk selalu menyadari nilai dan tanggung jawab yang melekat ketika mengenakan jersey PSM Makassar.

“Selalu punya kebanggaan ketika kalian memakai jersey PSM,” ujarnya.

Amiruddin juga mengakui kondisi tim saat ini memang belum ideal setelah rentetan hasil yang kurang memuaskan.

Meski begitu, ia menilai para pemain tetap menunjukkan komitmen dan kerja keras dalam setiap sesi latihan.

Menurutnya, hal tersebut menjadi modal penting bagi tim untuk keluar dari situasi sulit yang sedang dihadapi.

Dengan hadirnya Zulkifli Syukur sebagai direktur teknik dan tetapnya Tomas Trucha di kursi pelatih kepala, PSM kini berupaya menemukan kembali stabilitas permainan mereka di sisa musim kompetisi.

Pertandingan melawan Malut United menjadi salah satu momentum bagi Pasukan Ramang untuk memperbaiki performa sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim.

Sepak bola memang sederhana di atas kertas. Sebelas pemain, satu bola, 90 menit. Tapi di ruang ganti, di ruang rapat klub, dan di kepala pemain, ceritanya jauh lebih rumit. Kadang yang paling sulit bukan taktik. Kadang cuma soal percaya diri.