Rukyat Hilal 1 Syawal 1447 H di UNISMUH Makassar Berlangsung Lancar, Penetapan Menunggu Sidang Isbat

Makassar, 19 Maret 2026 – Kegiatan rukyat hilal untuk penentuan 1 Syawal 1447 Hijriah berlangsung di Menara Iqra Universitas Muhammadiyah (UNISMUH) Makassar, Kamis (19/3/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 17.00 WITA tersebut dilaksanakan di lantai 18 Menara Iqra, Jalan Sultan Alauddin, Kota Makassar, sebagai salah satu dari 96 titik rukyat hilal di seluruh Indonesia.
Sejumlah pejabat dan tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, di antaranya Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Dr. H. Ali Yafid, S.Ag., M.Ag., Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel Andi Munawir, S.Pt., M.M., Ketua Pengadilan Agama Makassar Drs. Muhammad Ridwan, S.H., M.H., serta Kepala BMKG Nasrol Adi, S.Si., M.P.
Selain itu, turut hadir Rektor UNISMUH Makassar Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, S.T., M.T., IPU, Ketua MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Shafa, Lc., Ketua PW Muhammadiyah Sulsel Prof. Dr. Ambo Asse, Badan Hisab Rukyat Sulsel Drs. Abbas Fadil, MM, perwakilan ormas IMMIM, serta awak media.
Dalam paparannya, Kepala BMKG menyampaikan kondisi cuaca yang menjadi salah satu faktor penting dalam proses pengamatan hilal.
Sementara itu, dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel menyampaikan bahwa hasil rukyat hilal di berbagai daerah, termasuk Makassar, akan menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat yang digelar Kementerian Agama RI di Jakarta pada pukul 20.00 WIB.
“Rukyat hilal ini dilakukan untuk memberikan masukan pada sidang isbat. Di Indonesia terdapat 96 titik rukyat, termasuk di Sulawesi Selatan yang dipusatkan di UNISMUH Makassar,” ujarnya.
Ketua PW Muhammadiyah Sulsel, Prof. Dr. Ambo Asse, menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) dengan tujuan menyatukan umat Islam dalam penentuan waktu ibadah secara internasional.
Di sisi lain, Ketua MUI Sulsel Prof. Dr. KH. Najamuddin Abd. Shafa mengajak seluruh umat untuk saling menghormati perbedaan metode dalam penentuan awal Syawal.
“Mari kita saling menghormati perbedaan pendapat yang ada, karena bersatu itu wajib. Selama metode berbeda, maka hasilnya juga bisa berbeda,” ungkapnya.
Kegiatan rukyat hilal berakhir pada pukul 18.50 WITA dalam keadaan aman dan lancar.
Kesimpulan sementara di Sulawesi Selatan, berdasarkan hasil pemantauan, 1 Syawal 1447 H diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun demikian, keputusan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI di Jakarta.