Viral Video Mama Yasinta Soal Film “Pesta Babi”, Desak Klarifikasi Produser dan Sutradara
MAKASSAR — Potongan video berdurasi 2 menit 59 detik viral di media sosial setelah menampilkan pernyataan seorang tokoh perempuan adat asal Merauke, Papua Selatan, Yasinta Moiwend atau yang akrab disapa Mama Yasinta, terkait keterlibatannya dalam film dokumenter Pesta Babi.
Dalam video tersebut, Mama Yasinta mengaku kecewa karena merasa tidak pernah dimintai izin ataupun diberi penjelasan terkait penampilannya dalam film dokumenter yang belakangan ramai diperbincangkan publik.
Diketahui, Mama Yasinta merupakan aktivis lingkungan dan tokoh perempuan adat dari suku Marind-Anim, Merauke. Ia dikenal aktif memperjuangkan hak-hak masyarakat adat serta menolak proyek lumbung pangan (food estate) yang dinilai mengancam ruang hidup masyarakat adat di Papua Selatan.
Dalam rekaman video yang beredar, Mama Yasinta mengungkapkan keterkejutannya saat mengetahui dirinya tampil dalam pemutaran film di Jayapura.
“ Saya kecewa soal film Pesta Babi. Film itu tampilkan saya tanpa izin dan tanpa sepengetahuan saya. Saya kaget waktu diputar di Jayapura, kok saya tampil di depan,” ujar Mama Yasinta dalam video viral tersebut, Sabtu (23/5).
Ia juga mempertanyakan alasan dirinya ditampilkan tanpa persetujuan.
“Apa saya ini boneka atau ukiran Asmat sampai ditampilkan begitu tanpa izin dari saya,” katanya.
Mama Yasinta menegaskan dirinya tidak pernah diwawancarai secara khusus untuk kepentingan film tersebut.
“Saya tidak diwawancara untuk acara Pesta Babi. Saya tidak tahu mereka buat film itu. Saya sumpah demi Tuhan, saya tidak tahu,” ungkapnya.
Dalam video itu, Mama Yasinta juga mengaku telah beberapa kali diajak bepergian ke Jakarta, Bogor, Makassar, hingga Jayapura, namun merasa tidak memperoleh manfaat apa pun.
“Saya bolak-balik ke Jakarta sampai enam kali tahun lalu. Ke Makassar dua kali. Tapi apa yang saya dapat? Cuma capek,” tuturnya.
Ia juga mengaku pernah menyampaikan kondisi rumahnya yang tidak layak huni dan bahkan kesulitan memiliki telepon genggam, namun tidak pernah mendapat bantuan.
Menanggapi viralnya video tersebut, Ketua Karang Taruna Kota Makassar, Muhammad Zulkifli, meminta aparat penegak hukum melakukan klarifikasi terhadap pihak produser dan sutradara film Pesta Babi.
Menurut Zulkifli, pernyataan Mama Yasinta perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut dugaan pemanfaatan masyarakat adat tanpa persetujuan yang jelas.
“Kepolisian harus segera melakukan klarifikasi kepada produser dan sutradara film Pesta Babi. Jika apa yang disampaikan Mama Yasinta benar adanya, maka patut diduga ada pelanggaran hukum,” ujar Zulkifli.
Ia juga menilai masyarakat perlu lebih berhati-hati terhadap narasi-narasi yang berpotensi memecah belah serta memanfaatkan masyarakat adat untuk kepentingan tertentu.
“Masyarakat harus waspada terhadap upaya-upaya yang dapat memanfaatkan kepolosan masyarakat Papua untuk membangun narasi tertentu yang berpotensi menimbulkan kegaduhan,” katanya.
Di akhir keterangannya, Zulkifli berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah agar polemik yang berkembang di tengah masyarakat tidak semakin meluas.
“Kami berharap aparat segera bertindak dan mendalami persoalan ini karena film dokumenter tersebut sudah menimbulkan perhatian nasional,” tutupnya.